" TERPERANGKAN DALAM LIFT "


ini sebener nya kea sebuah project yang disuruh sama guru gue. Mamy Yety, asik yea. okelah! happy reading!




UNSUR INTRINSIK DAN SINOPSIS DARI CERPEN
“Terperangkap dalam lift”
Sudut pandang : Orang pertama. Sebagai pelaku.
Tema : Menegangkan
Setting : Rumah, Gedung ILP, Lift, Ruang Test.
Alur/Plot : Mundur
Penokohan :
Saya : Ambisius, disiplin, tidak sabaran
Bapak-bapak dalam lift : Sabar, setia kawan
Ibu  : Perhatian

Penyelesaian : Bahagia (Happy Ending)

Amanat :Bahwa kita harus bersabar dalam mengalami sesuatu. Kita harus menggunakan otak dimanapun kita berada.

Sinopsis Cerpen :
Aku, Jeremy, anak yang sangat disiplin dalam waktu nya. Dalam dalam suatu dekade, dia mengalami test yang sangat penting untuk hidupnya. Tetapi terhambat oleh sesuatu yang dia tidak sukai. TERJEBAK DALAM LIFT. Apa yang akan terjadi kepada jeremy ? apa saja yang terjadi di lift ? mengapa lift itu rusak ? apakah Jeremy akan tetap bisa menjalaani test nya ?







TERPERANGKAP DALAM LIFT
 






Saya mempunyai pengalaman yang tidak akan pernah lupakan selama hidup saya. Ini bermula pada saat sama kelas 4 SD di SDK 9 BPK Penabur Jakarta.
                Saya dari dulu sampai sekarang memang paling menyukai pelajaran bahasa inggris, dan karena saya menyukai pelajaran tersebut, otomatis saya mendapatkan nilai bagus di hampir setiap pengambilan nilai bahasa inggris.
                Ibu saya pun melihat kemampuan saya, dan bertanya kepada saya
“ Dek, Kamu mau gak kursus di ILP ? itu tempat bagus untuk mengasah berbahasa inggris “
Dan saya pun tentu saja menyetujuinya
“ Iya mah! Mau banget ! “ Sahut saya menerima tawaran dengan gembira
Dan singkat kata, saya sudah resmi menjadi siswa di ILP

                Pada suatu hari di hari biasa, aku pulang sekolah dengan capek nya dan terus melihat jam, karena aku tidak boleh terlambat untuk ke ILP, karena hari ini ada Test, dan Test itu tidak bisa diulang
“ Duh, Sekarang udah jam 1:45 , test di ILP jam 3, dan aku masih perlu beres-beres, makan, dan ganti baju. Pokoknya aku tidak boleh telat ! “ sahut ku dengan terburu sambil repot sendiri ganti baju.
                Dan saya pun sudah siap untuk berangkat, Jam menunjukan pada jarum pendek ke arah antara angka2 dan 3, dan jarum panjang di arah di arah 9
“ SIAL ! aku hampir telat ! “ kataku dalam nada yang lumayan tinggi karena shock
“ aku tidak bisa menunggu supirku menyiapkan mobil lagi! “ lanjut ku mengomel pada diriku sendiri
                Lalu, aku pun langsung keluar tanpa pamit kepada orangtua ku. Aku berlari secepat cepatnya aku bisa berlari, aku hanya berharap aku tidak telat test ini.
“ Hey ! nak! Kamu kok lari-lari sih !? “ teriak ibuku melihat aku berlari melewatinya
“ Lah ? mama? Kok mama diluar ? “ kataku bingung melihat mamaku tibatiba diluar rumah
“ iya ini kan mama mau beliin kamu roti dulu, kamu hari ini kamu test, mungkin saja dengan sedikit makanan, kamu jadi bersemangat “ kata ibuku berceloteh
“ udah ah mah, aku mau pergi dulu! Ini aku udah mau telat! “ teriak aku tanpa menghiraukan apa yang mamaku membalas perkataan ku atau tidak

                Aku pun langsung memanggil ojek yang tidak terlalu jauh dari tempat aku tinggal, dan aku langsung memberi uang ongkos nya sebelum berangkat, supaya pada saat aku sampai, tidak sibuk mengeluarkan uang dan lainlain, karena aku sedang mengejar waktu.
                Aku pun naik ojek dengan tergesa-gesa, pikiran ku tidak bisa berpikir lurus, pikiran ku bercampur aduk, adalah yang memikirkan aku lupa membawa HP yang tertinggal, aku juga memikirkan bagaimana pikiran supirku yang sedang mempersiapkan mobil untuk ku, dia pasti akan kebingungan dimana aku, tetapi, dari semuanya, aku tetap tertuju dalam supaya aku tidak telat di test ini.
                Jam menunjukan 14:50
“ SIAL ! AYO OM ! CEPATAN DIKIT MOTORNYA ! UDAH TELAT NIH ! “ tipuku kepada tukang ojek yang sedang ku tunggangi.
“ Iya, baiklah ! “ balas om ojek tersebut
                Untungnya aku sedang menaiki motor yang dimiliki oleh tukang ojek yang memiliki sifat baik dan ramah, dan perhatian kepada penumpangnya.
                Dan tidak terasa, aku sudah sampai di tempat lesku, ILP PANCORAN, akupun langsung lari dari motor, tetapi aku tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada supir ojek ku yang telah perhatian kepada penumpangnya yang lagi tergesa-gesa, yaitu aku.
                Sesampai di gedung ILP Pancoran, aku langsung masuk dan berlari ke arah tangga untuk naik ke lantai atas, tapi lantai aku di lantai 5, tidak mungkin aku naik tangga tanpa menggunakan waktu yang banyak. Akupun langsung masuk ke dalam lift nya.
                Sejujurnya, aku agak sedikit takut di dalam lift itu, karena, tidak tahu kenapa setiap aku di lift itu aku selalu merasakan sesuatu ada yang tidak beres. Dan waktu itu pun aku sendiri, aku tidak ada waktu untuk menunggu orang yang naik ke lantai lift, karena ada test yang harus aku kejar.
                Dan tibatiba.. aku merasa benar benar ada yang tidak beres.... LIFT NYA !! LIFT NYA BERHENTI !
“ OOH GOD!!!!! “  teriak aku pada saat aku merasakan seperti tali lift nya itu seperti menggantung tidak jelas dan melewati jalur yang tidak benar.
“ TOLOOONG ! TOLONG GUEE !! “ teriak aku dengan tidak peduli dipandang aneh apa tidak, toh tak ada orang juga kan di sebelah ku. Akupun terus berteriak terus menerus tanpa henti. Keringat ku mengucur sangat deras, sampai aku pun bisa merasakan air keringatnya berjalan dari kepala... menuju ke samping mata... ke dagu... dan berakhir di leher karena terlanjur kering terkena baju ku, teresap.
                Aku pun dengan perasaan bingung dan sedikit takut, menekan tombol yang berwarna kuning dan ada gambar “ TOA “ nya. Aku benar benar tidak tahu itu berguna untuk apa, aku benar benar sudah tidak peduli pada saat itu
Lalu pada saat aku tekan, aku melihat lampu lift nya agak redup... aku pun menangis, aku benar benar tidak percaya apa yang telah terjadi pada ku saat itu, aku menangis dan menangis, aku teriak untuk meminta tolong... dan akhirnya sesuatu terjadi...

Aku mendengar ada lagu yang tidak aku ketahui bermain dari speaker lift... aku benar benar tidak mengerti apa yang telah terjadi, tiba tiba ada suara  ibu ibu yang berkata
“ mohon menunggu sebentar... anda akan dihubungkan dengan pihak keamanan kami, mohon tunggu sebentar “
                Aku pun langsung membelo-kan mata ku karena ternyata tombol itu adalah tomboh “ penghubung “ untuk ke pihak ke amanan.
“ iya ? ada yang bisa saya bantu ? “ tanya bapak yang berbicara
“ PAK ! LIFT NYA MATI PAK ! SAYA TERJEBAK PAK ! “ teriak ku panik
“ iya sebentar ya dek, saya periksa dulu kerusakannya, adek boleh menunggu dulu sebentar. Adek jangan panik, kunci nya adalah jangan panik “ sahut abangnya dengan tenang
“ yaudah cepetan! “ teriak ku dengan kesal
“ dek, mohon menunggu selama 10 menit yaa, mungkin ada kesalahan di bagian kabel nya atau koneksi nya, mohon ditunggu “ tiba tiba pria itu berbicara
                Akupun sudah terlanjur lemas dan males untuk membalas perkataan dari pria itu. Aku sudah tidak peduli lagi apa yang terjadi. Aku merasa kalau misalnya aku mati, se engga-engga nya aku mati di dalam gedung yang mewah dan bagus, bukan gubuk jelek dan mati garagara diburu sama polisi.
                Lalu aku menunggu.. terus menunggu... aku pun sempat tiduran pada saat menunggu nya. Karena aku pegal sekali. Dan tibatiba
“ TING TING... “
                PINTU LIFT NYA TERBUKA ! tetapi masih di lantai 4, aku pun langsung keluar dan langsung ke tempat tangga nya, karena aku tidak mau menunggu untuk lift nya kembali bekerja. Aku pun terus berlari sambil menaiki tangga.
                Sesampainya di tempat test, aku langsung menjadi pusat perhatian. Aku terlihat capek, keringetan, basah, lepek, dan lainlain. Dengan perasaan sedih-kesal-mumet-dan sedikit lega. Akupun mengerjakan test nya tersebut.
                Dan menyelesaikannya dengan tuntas tanpa hambatan, sayang nya aku tidak mendapat peringkat nomor 1untuk test itu. Dan aku pun tidak terlalu memperdulikannya.
                Dan itulah pengalaman yang tak pernah saya lupakan sampai sekarang.

Tidak ada komentar: